Rabu, 07 Mei 2014


Laporan Handoko
Atambua, NTTOnline - Pemuda bagian penting dari masyarakat sebagai tulang punggung bangsa, agen perubahan, aset bangsa, dan generasi penerus bangsa. Dalam kerangka membangun dan meningkatkan nilai-nilai kejuangan, maka pemuda harus ditempatkan dalam berbagai segmen kehidupan berbangsa dan bernegara, merupakan upaya langsung untuk memperkuat eksistensi pemuda.

“Kiprah seorang pemuda dalam kehidupan masyarakat dangat dibutuh, karena pada akhirya akan menciptakan generasi penerus yang sangat handal serta menciptakan suatu peluang demi kebaikan daerahnya,” harap Hendrikus Ata Palla, perwakilan tokoh pemuda ketika memaparkan materinya dalam  seminar sehari bertajuk "Peran Pemuda dalam Peningkatan Nilai-nilai Kejuangan Untuk Mempertahankan NKRI di Wilayah Perbatasan RI-RDTL" di Aula Hotel Nusantara Dua, Atambua pada Kamis (28/11).

Dia mengungkapkan bahwa, muara akhir dari perjalanan pemuda adalah menjadi seorang pemimpin. Tugas pemimpin memikirkan dan mengakji setiap masalah yang dihadapi oleh apa yang telah ia pimpin, juga pemimpin merupakan lambang kekuatan, persatuan, keutuhan dan disiplin gerakan. Pemimpin yang baik, mampu memecahkan kesulitan dan melakukan perubahan baik bagi dirinya maupun orang lain menuju arah kebaikan.

“Jika pemuda memiliki nilai kejuangan yang cukup, dimasa depan dapat membangun bangsa yang besar ini dan akan semakin dikokohkan jika amanat penderitaan rakyat dijawab. Dan, pemuda dapat mangambil pula peran yang besar didalamnya,” kata Ata Palla.

Kegiatan seminar sehari yang digelar oleh Lembaga Peduli Masyarakat Timor Indonesia (LPMTI) dan merupakan bagian dari usaha LPMTI dalam menjawab kegelisahan anak muda Indonesia khususnya di perbatasan RI-RDTL tentang arti perjuangan bangsa dalam menjaga keutuhan negara Indonesia. Juga memperingati hari Pahlawan yang dirayakan pada setiap tanggal 10 November.

Selain itu hadir pula nara sumber, Romo Yoris Giri, Pr mewakili tokoh agama dengan materi peran gereja dalam peningkatan nilai-nilai kejuangan kaum muda (perspektif spiritual) dan Emanuel Ulu mewakili akademik dengan materinya pendidikan peningkatan nilai-nilai kejuangan pemuda dalam era globalisasi. Juga dihadiri oleh sebanyak 100 peserta dari tokoh masyarakat, pemuda-pemudi, pelajar, lembaga  serta mahasiswa.

Romo Yoris, mengemukakan pemuda harus mengikuti bahasa Paus Fransiskus, yang mana pemuda jangan takut mewartakan keadilan, perdamaian dan cinta kasih. Sebagai pemuda harus mencintai ekaristi, bertobat dan harus bermimipi visi dan misi untuk mencapai tujuan hidup yang baik. “Pemuda harus tegas katakan eksistensi, terutama prinsip hidup dan spiritual hidup di wilayah perbatasan ini,” tegas Romo perbatasan sapaan akrab umat.

Semantara itu dari sisi akademik, Emanuel Ulu mengungkapkan tentang pentingnya pengembangan karakter pemuda Indonesia, khusunya bagi generasi bangsa kedepan tentang nilai-nilai kejuangan. Kata dia, pengembangan karakter teradap generasi bangsa dapat dilakukan dalam berbagai jenis bentuk pendidikan baik pada pendidikan formal, formal dan non-formal.

Mariano Parada, Ketua LPMTI mangatakan dengan kegiatan ini orang muda dapat meningkatkan semangat juang yang kian pudar. Dengan kegiatan ini dapat menghasilkan sebuah rekomnedari guna mempertegas eksistensi kaum muda sebagai generasi penerus di wilayah perbatasan. “Pemuda bisa memahami dan memaknai semangat perjuangan para pahlawan kita dahulu dan pemuda dapat terus meningkatkan serta menjunjung nilai-nilai kejuangan dari pribadi, keluarga dan masyarakat, sehingga keutuhan dan kedaulatan NKRI tetap terjaga,” ungkap Parada.***yansen

Tidak ada komentar:

Posting Komentar