Laporan Handoko
Atambua, NTTOnline - Pemuda bagian penting dari masyarakat
sebagai tulang punggung bangsa, agen perubahan, aset bangsa, dan generasi
penerus bangsa. Dalam kerangka membangun dan meningkatkan nilai-nilai
kejuangan, maka pemuda harus ditempatkan dalam berbagai segmen kehidupan
berbangsa dan bernegara, merupakan upaya langsung untuk memperkuat eksistensi
pemuda.
“Kiprah seorang pemuda dalam kehidupan masyarakat dangat
dibutuh, karena pada akhirya akan menciptakan generasi penerus yang sangat
handal serta menciptakan suatu peluang demi kebaikan daerahnya,” harap
Hendrikus Ata Palla, perwakilan tokoh pemuda ketika memaparkan materinya
dalam seminar sehari bertajuk
"Peran Pemuda dalam Peningkatan Nilai-nilai Kejuangan Untuk Mempertahankan
NKRI di Wilayah Perbatasan RI-RDTL" di Aula Hotel Nusantara Dua, Atambua
pada Kamis (28/11).
Dia mengungkapkan bahwa, muara akhir dari perjalanan pemuda
adalah menjadi seorang pemimpin. Tugas pemimpin memikirkan dan mengakji setiap
masalah yang dihadapi oleh apa yang telah ia pimpin, juga pemimpin merupakan
lambang kekuatan, persatuan, keutuhan dan disiplin gerakan. Pemimpin yang baik,
mampu memecahkan kesulitan dan melakukan perubahan baik bagi dirinya maupun
orang lain menuju arah kebaikan.
“Jika pemuda memiliki nilai kejuangan yang cukup, dimasa
depan dapat membangun bangsa yang besar ini dan akan semakin dikokohkan jika
amanat penderitaan rakyat dijawab. Dan, pemuda dapat mangambil pula peran yang
besar didalamnya,” kata Ata Palla.
Kegiatan seminar sehari yang digelar oleh Lembaga Peduli
Masyarakat Timor Indonesia (LPMTI) dan merupakan bagian dari usaha LPMTI dalam
menjawab kegelisahan anak muda Indonesia khususnya di perbatasan RI-RDTL
tentang arti perjuangan bangsa dalam menjaga keutuhan negara Indonesia. Juga
memperingati hari Pahlawan yang dirayakan pada setiap tanggal 10 November.
Selain itu hadir pula nara sumber, Romo Yoris Giri, Pr
mewakili tokoh agama dengan materi peran gereja dalam peningkatan nilai-nilai
kejuangan kaum muda (perspektif spiritual) dan Emanuel Ulu mewakili akademik
dengan materinya pendidikan peningkatan nilai-nilai kejuangan pemuda dalam era
globalisasi. Juga dihadiri oleh sebanyak 100 peserta dari tokoh masyarakat,
pemuda-pemudi, pelajar, lembaga serta
mahasiswa.
Romo Yoris, mengemukakan pemuda harus mengikuti bahasa Paus
Fransiskus, yang mana pemuda jangan takut mewartakan keadilan, perdamaian dan
cinta kasih. Sebagai pemuda harus mencintai ekaristi, bertobat dan harus
bermimipi visi dan misi untuk mencapai tujuan hidup yang baik. “Pemuda harus
tegas katakan eksistensi, terutama prinsip hidup dan spiritual hidup di wilayah
perbatasan ini,” tegas Romo perbatasan sapaan akrab umat.
Semantara itu dari sisi akademik, Emanuel Ulu mengungkapkan
tentang pentingnya pengembangan karakter pemuda Indonesia, khusunya bagi
generasi bangsa kedepan tentang nilai-nilai kejuangan. Kata dia, pengembangan
karakter teradap generasi bangsa dapat dilakukan dalam berbagai jenis bentuk
pendidikan baik pada pendidikan formal, formal dan non-formal.
Mariano Parada, Ketua LPMTI mangatakan dengan kegiatan ini
orang muda dapat meningkatkan semangat juang yang kian pudar. Dengan kegiatan
ini dapat menghasilkan sebuah rekomnedari guna mempertegas eksistensi kaum muda
sebagai generasi penerus di wilayah perbatasan. “Pemuda bisa memahami dan
memaknai semangat perjuangan para pahlawan kita dahulu dan pemuda dapat terus
meningkatkan serta menjunjung nilai-nilai kejuangan dari pribadi, keluarga dan
masyarakat, sehingga keutuhan dan kedaulatan NKRI tetap terjaga,” ungkap
Parada.***yansen